
Di orbit Bumi sendiri, Space Surveillance Network AS melacak lebih dari 14.000 keping sampah di luar angkasa yang berukuran lebih dari 10 cm (4 inci) seperti satelit yang tidak berfungsi dan bekas puing roket. Diperkirakan ada jutaan keping yang lebih kecil dari itu.
Minggu (8/12/2019), contoh saja jendela-jendela yang pada pesawat ulang-alik sering harus diganti karena kerusakan dari tabrakan dengan puing-puing lebih kecil dari satu milimeter.
Noble QQ - Berapa Banyak Sampah di Luar Angkasa?
Bahkan satelit telah dihancurkan oleh puing-puing luar angkasa, sering bertabrakan kembali dengan satelit-satelit lain yang ada di ruang angkasa.
Salah satunya pada ahun 2009, satelit komunikasi militer Rusia Cosmos 2251 yang tidak berfungsi bertabrakan dengan Motorola Iridium 33 yang berfungsi, dan akhirnya keduanya hancur.
Pada tahun 2013, sebuah satelit berkekuatan laser Rusia, BLITS, harus meninggalkan misinya karena perubahan tak terduga dalam orbitnya.
Pelakunya? Sepotong satelit cuaca Fengyun-1C China, yang sengaja dihancurkan pada 2007 oleh militer China dalam uji coba anti-satelit.
BACA JUGA : Situs Poker Online - GLX Poker - Hujan Lokal Diprediksi Guyur Jaksel dan Jaktim
Penghancuran tiga satelit ini, Fengyun-1C, Cosmos 2251, dan Iridium 33, menciptakan hampir setengah dari sampah ruang angkasa di bawah 1.000 km (620 mil).
Apa yang bisa dilakukan untuk membersihkan ruang angkasa?
Badan antariksa dan perusahaan yang meluncurkan satelit telah mengambil langkah-langkah seperti penyerap satelit kembali ketika misi mereka selesai. Tes teknologi untuk benar-benar menghilangkan puing-puing dengan menangkap potongan menggunakan jaring atau tombak.
Konstelasi yang diusulkan seperti Spacelink Starlink (4.409 satelit) dan Project Kuiper (3.236 satelit Amazon.com), yang akan sangat meningkatkan jumlah satelit di orbit, harus dimasukkan terlebih dahulu kepada rencana mitigasi puing-puing selama mencari persetujuan dari badan pengawas.

0 Comments