Noble QQ - terkadang menjadi sangat penting bagi sejumlah pria. Ada pria yang
bangga apabila ukuran Mr P-nya di atas rata-rata. Sementara itu, ada
pula yang merasa kurang percaya diri jika ukuran Mr P-nya dianggap
terlalu kecil.
Perasaan kurang percaya diri itu bisa menyebabkan
penyakit mental yaitu penis dysmorphia.
Penis dysmorphia masuk kategori gangguan dismorfik tubuh atau
body dysmorphic disorder (BDD) yang membuat penderitanya mengalami.
Noble QQ - Minder dengan Ukuran Mr P Bisa Bikin Pria Alami Gangguan Mental
rasa
cemas berlebihan terhadap kelemahan atau kekurangan dari penampilan
fisik diri sendiri. Sama seperti dismorfik tubuh pada umumnya, pria yang
terkena penis dysmorphia bisa sangat tertekan karena ukuran Mr P. Bahkan mereka bisa menghindar dari lingkungan sosialnya.
Pria yang menderita penis dysmorphia secara kompulsif mengukur diri
mereka berulang kali, menghindari kencan, dan mempraktikkan teknik
pembesaran Mr P di rumah atau bahkan mencoba operasi pembesaran,” ujar
terapis seks, Stephen Snyder seperti yang kutip dari HuffPost, Senin (2/9/2019).
Sebagian besar alasannya karena pornografi. Mereka bisa jadi terlalu banyak menonton atau melihat hal-hal berbau pornografi dimana banyak menunjukkan pria lain yang memiliki ukuran Mr P besar.
Fakta ini diperkuat oleh paparan urolog Aaron Spitz. Dalam bukunya ia mengatakan,
sekira 40% pria yang datang ke kantor urologis untuk melakukan operasi pembesaran Mr P mengaku mendapatkan ide tersebut dari film porno. Padahal ukuran Mr P mereka normal.
"Masalah besar dengan pornografi adalah meskipun sebagian besar pria secara intuitif tahu ukuran Mr P di film tidak nyata, beberapa pria memiliki kerangka referensi lain untuk membandingkan dirinya dengan orang lain," ucap Spitz.
Dirinya menambahkan, pria sebaiknya berbicara dengan dokter atau terapis sebelum menjalani operasi pembesarab. Sebab secara umum apabila tubuh sehat dan berfungsi dengan baik, maka tidak ada alasan untuk melakukan operasi.

0 Comments